SUKODONO, InfoSidoarjo.com – Enam jenazah korban peristiwa tebing longsor yang terjadi di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (3/4) siang kemarin, akhirnya tiba di rumah duka yang terletak di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, pada Jumat (4/4) malam. Kedatangan jenazah disambut dengan isak tangis keluarga dan kerabat yang hadir di rumah duka.
Insiden yang merenggut nyawa tujuh orang dalam satu keluarga ini terjadi ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah saudara mereka di Kota Batu.
Sebelum longsor, korban yang terdiri dari Wahyudi (71 tahun), Jaenah (61 tahun), Saudah (70 tahun), Sahrul (6 tahun), Putri (2 tahu ), dan Rani Anggraini (27 tahun), serta satu orang lainnya, Majid (30 tahun), yang berencana berkunjung dengan mengendarai satu minibus. Namun, saat melintas di kawasan Pacet, longsor terjadi.
Peristiwa itu menimpa kendaraan mereka hingga mendorongnya terjun ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya. Salah satu kerabat korban, Charis, mengungkapkan bahwa keluarga besar korban sangat terpukul dengan insiden ini.
“Awal kami tahunya malah lewat sosmed, namun nggak kita hiraukan karena mungkin bukan. Tapi beberapa saat kemudian tetangga dan pemerintah desa datang memberi tahu kalau keluarga saya yang jadi korban,” ungkap Charis.
Majid, seorang korban lainnya, diketahui berhasil dievakuasi lebih awal pada hari kejadian dan sempat dikebumikan pada Jumat dini hari. Sedangkan keenam korban lainnya, baru bisa dievakuasi pada Jumat siang setelah proses pencarian yang panjang.
Proses evakuasi yang berlangsung lebih dari 24 jam itu mendapat perhatian besar dari pihak keluarga dan warga setempat.
Setelah jenazah tiba di rumah duka, keluarga langsung melakukan prosesi pemakaman. Jenazah keenam korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Jumat malam. Seluruh warga desa tampak berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban yang sebagian besar berasal dari satu keluarga tersebut.
Insiden ini meninggalkan duka yang mendalam, baik bagi keluarga korban maupun warga sekitar. Kejadian longsor yang terjadi di kawasan Pacet tersebut kini menjadi perhatian pemerintah setempat untuk memperbaiki infrastruktur di kawasan rawan longsor tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (*Red)